Category Archives: Al-Quran

Tundukkan Pandangan, sucikan Hati

Dari forward email sahabat kepada wanhayati pada 15 Jan 2006.

Assalammualaikum…buat pembaca-pembaca budiman,sekadar renungan kita bersama…

Kesyumulan Islam itu tidak dapat dipertikaikan lagi dari sekecil-kecil perkara hingga sebesar-besarnya tidak dipandang sunyi oleh Islam.Bahkan dari segenap aspek turut dititik beratkan kepada penganutnya agar dapat melahirkan hamba Allah yang soleh dan patuh kepadaNya.Di situlah kekuatan agama suci Allah yang mana amat beruntung bagi orang-orang yang memahami keindahan Islam itu.Antara aspek yang dititik beratkan oleh Islam adalah tundukkan pandangan.

Tundukkan pandangan merupakan amalan yang dianggap remeh dan diambil mudah segelintir dari kita.Ia berikutan menundukkan pandangan seolah-olah tidak memberi apa-apa impak kepada diri mahupun masyarakat.Namun,sebagai muslim sejati tundukkan pandangan adalah suatu suruhan Illahi yang tidak boleh dipandang mudah kerana ia melibatkan diri individu itu sendiri meskipun kesannya tidak kepada masyarakat secara total sebagaimana firman Allah SWT mafhumnya,

“katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan-pandangannya dan memelihara kemaluannya.Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka.Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yg mereka perbuat.Katakanlah kpd wanita-wanita yg beriman,hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” 

(surah an-nur:30-31)

       Sabda Rasulullah SAW mafhumnya

” Jaminlah kalian kepadaku akan 6perkara ini nescaya aku jamin syurga utk kalian; iaitu bercakap benar dlm percakapan,menunaikan janji,melaksanakan amanah,memelihara kemaluan,menundukkan pandangan, dan menghindari dari menyakiti org lain”

(riwayat Ahmad,Ibn Dunya,Ibn Hibban dan al-hakim)

      Mata antara anugerah tidak ternilai Allah kepada manusia. Ia merupakan bukti kesempurnaan Yang Maha Agung dan rahmat untuk kita. Justeru menyedari hakikat ini, sewajarnya anugerah itu dipelihara sebaik mungkin agar tidak merosakkan anggota-anggota lain.

Tundukkan pandangan dari melihat perkara-perkara yang diharamkan dan syubhah telah termaktub di dalam al-quran sebagaimana yang disebutkan di awal tadi.Allah SWT mengaitkan perintah tundukkan pandangan dengan pelihara kemaluan seiringan seolah-olah membuktikan kepada kita bahawa dengan pandangan akan menyebabkan pelbagai perkara buruk terutamanya zina.Dimanakah logiknya? Muslim yg beriman sekali-kali tidak akan mempersoalkan kelogikan suruhan Allah kerana sesuatu yg diperintahkan kepada kita demi kebaikan manusia dan selari dgn fitrah sejagat.

      Suatu hari sahabat Fudhail Ibn Abbas RA telah menjadi peserta yg mengikut  Rasulullah SAW pada hari raya A’iduladha (10 Zulhijjah) dari Muzdalifah ke Mina. Dlm perjalanan sekumpulan wanita yg menaiki sekedup telah memukau pandangan sahabat itu. Lantas beliau melihatnya.Maka serta-merta Rasulullah SAW menolak kepalanya ke arah lain utk menghalang dari melihat ke arah wanita-wanita itu.

(riwayat Bukhari,Muslim&Tarmizi)

      Namun begitu, terdapat beberapa keadaan dan situasi yang mengharuskan pandangan.Antaranya ketika bermuamalah,persaksian,menuntut ilmu,merawat dan pertunangan.Sungguhpun begitu,tidaklah sampai menimbulkan fitnah dan melampaui batas-batas syariat.

       10 faedah tundukkan pandangan:

1) sebagai salah-satu jalan mensucikan hati

2) menutup pintu-pintu fitnah

3) mengosongkan hati dari kekusutan

4) memudahkan ilmu sampai ke hati

5) mewariskan kemahiran dan kebijaksaan serta cahaya penglihatan

6) Allah menggantikan tundukkan pandangan dgn nur penglihatan hakiki

7) mewariskan kekuatan, istiqomah dan keberanian di hati

8) mewariskan kegembiraan dan kesenangan di hati melebihi dari kelazatan pandangan.

9) meleraikan ikatan syahwat, hawa nafsu dan kelalaian yg terbuku di hati

10) menutup salah-satu pintu neraka.

       Melihat kepada kebanyakan kerosakan dan kemaksiatan yang berlaku berpunca dari pandangan mata, maka wajarlah ia dibendung dari awal kerana dengan mata akan turun ke hati dan dari kerosakan hati akan mencetuskan pelbagai kemaksiatan yang lain yang akhirnya membawa ke neraka. Na’uzibillah in zalik.

Oleh itu peliharalah pandangan anda. Sekiranya anda seorang penuntut ilmu maka tundukkan pandangan itu adalah penyebab mudahnya ilmu sampai ke hati kerana ilmu Allah nur dan nur Allah tidak akan masuk ke dalam hati-hati yg dipenuhi maksiat.Maksiat hati berpunca daripada pandangan kerana pandangan adalah panahan iblis yg tajam.

Allah Ta’al telah menjadikan mata sebagai cermin bagi hati.Apabila tunduknya pandangan mata maka tertunduklah syahwat dan keinginan yang lahir dari hati.Dan apabila mendongakkan pandangan, seolah-olah mengundang syahwat dan nafsu di hati.Renungilah kalamullah yang mafhumnya:”Dia mengetahui (pandangan) mata yg khianat dan apa yg disembunyikan oleh hati”

Moga dengan sedikit renungan ini mampu mengubah diri kita bersama.Seandainya kita tidak mampu utk melakukan semua akan tetapi janganlah ditinggalkan semua.Muhasabahlah diri kita sebelum tibanya waktu yg dijanjikan.Wallahu a’lam…sebar-sebarkan..nasihat ini.Terima kasih…jazakallahu khair.

Taubat Seorang Pelacur menjadi sebab turun Ayat 33 Surah Annuur

Hari itu, Abdullah bin Ubay bin Salul –tokoh kaum munafik– sedang istirahat, melepas penat dan lelah. Tetapi istirahat Ibnu Salul harus terusik kerana penjaga rumah tiba-tiba mengetuk pintu. Ibnu Salul terpaksa bangun dan melihat penjaga bermuka sedih di depannya. Di tangan penjaga itu ada segenggam wang. Wang itu ternyata hasil kerja pegawainya, tapi Ibnu Salul gusar sebab wang itu jumlahnya tak seperti yang diharapkan. “Sesungguhnya, wang sebesar ini adalah hasil kerja setengah hari bukan hasil kerja sehari penuh…” ujar Ibnu Salul berang. Tak ingin dituduh menggelapkan wang maka penjaga rumah itu lantas mencelah, “Tahukah tuan, kenapa penghasilan tuan sekarang ini menurun?” “Ya, aku tahu! Semua ini gara-gara Muhammad telah merampas mahkotaku. Ia menjadikan orang-orang menjauh dari budak-budak wanitaku lantaran mereka terpengaruh ajaran-ajaran yang diserukan oleh Muhammad.” Bersamaan itu, Ibnu Salul mendengarkan suara orang memanggil namanya. Ia kemudian menyuruh penjaga rumahnya untuk melihat siapa yang datang dan penjaga rumah cepat-cepat keluar. Sekeluar dari kamar, penjaga rumah mendapati beberapa orang dari Bani Tamim yang berkunjung ke Madinah. Penjaga rumah sudah mengenal mereka, yang tidak lain adalah para pembesar dari Bani Tamim yang selalu menginap beberapa hari di tempat Ibnu Salul untuk bersenang-senang setiap kali mereka kembali dari berdagang atau perjalanan dari Syam.

“Di manakah tuanmu, Ibnu Salul?” tanya salah seorang dari mereka. “Ada di dalam…” jawab penjaga rumah Tidak ada rasa canggung, para pembesar Bani Tamim itu kemudian masuk. Ibnu Salul cepat-cepat menyembunyikan wang di kamar, lantas segera keluar untuk menemui mereka. Ibnu Salul menyambut dengan hormat dan mereka pun membalas.

“Manakah wanita yang dulu pernah Anda kirimkan untuk kami?”  tanya seorang lelaki di antara para pembesar Bani Tamim itu. “Wanita yang mana, ya? Mereka itu banyak….,” jawab Ibnu Salul. “Budak wanita Anda yang paling cantik!” “Apakah dia itu Masikah?” tanya Ibnu Salul. “Ya, dia! Tidak salah lagi… ” jawab seorang laki-laki, dengan girang. “Nanti akan kami kirim dia untuk kalian semua bersama yang lainnya jika mereka mau…” “Segeralah, wahai Abul Hubab, segeralah… Nanti kami akan memberinya wang sebagai upah kepadanya.” Tak sabar ingin cepat mendapat upah, Ibnu Salul pun menyuruh penjaga rumah untuk memanggil Masikah serta budak-budak wanita yang lain. Tetapi penjaga rumah menukas, “Masikah tidak mau lagi melakukan hal itu, Tuan.” “Bagaimana hal itu bisa terjadi?” ujar Ibnu Salul gusar. “Hal ini terjadi sejak hari ini, Tuanku. Ia telah meluruskan pikirannya…”

Ibnu Salul pun bangkit, pergi ke kamar Masikah dan mendorong pintu dengan kakinya. Tetapi betapa terkejutnya Ibnu Salul, saat ia melongok ke kamar ternyata mendapati Masikah, budak wanita yang ia miliki sedang menunaikan shalat. Ibnu Salul tercekat, melihat perubahan yang terjadi pada Masikah. Maka tanpa banyak berkata, Ibnu Salul mendekat dan mendera Masikah dengan kasar. “Celaka kamu! Muhammad rupanya telah mempengaruhimu!” “Tidak,” jawab Masikah setengah terkejutt “Justeru Beliau telah menunjukkan jalan terang padaku tentang kebenaran…” Jawaban Masikah seketika membuat Ibnu Salul murka. Dia kembali mendera Masikah, menyepak budak itu dengan kakinya. Masikah pun terluka. Lantas Ibnu Salul keluar, seraya memendam geram dan kecewa. Penjaga yang melihat itu berujar, “Biar aku bicara padanya, Tuan, agar ia bisa kembali seperti sediakala.”

Penjaga rumah Ibnu Salul itu memasuki kamar Masikah bersama seorang wanita. Tatkala dia melihat keadaan Masikah yang terluka, ia ikut hiba. Wanita yang ikut bersama penjaga rumah, kemudian menyuruh membalut luka yang diderita Masikah dan mengambilkan buah. Penjaga rumah itu kemudian bertanya tentang apa yang diperbuat Ibnu Salul setelah dia didatangi tamu dari Bani Tamim yang ternyata menaruh minat terhadap Masikah. Setelah itu, penjaga rumah menjelaskan bahwa orang-orang dari Bani Tamim yang menghendaki Masikah itu akan memberikan harta sebagai tebusan bagi anaknya kelak jika Masikah melahirkan. “Demi Allah, aku tak akan mendurhakai Allah lagi meskipun tubuhku dipotong-potong!” tegas Masikah.

Masikah sudah lama menjadi budak wanita Ibnu Salul. Tetapi, Ibnu Salul ternyata tidak menjadikan Masikah kerja dalam hal baik, melainkan dijadikan budak nafsu bagi lelaki yang memerlukan kesenangan. Dari situ Ibnu Salul meraih upah. Sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, Ibnu Salul sudah memaksa budak-budak wanita dari kaum Yahudi dan yang lain, termasuk Masikah. Untuk menampung mereka itu, Ibnu Salul membuka rumah yang di depannya dikibarkan bendera merah sebagai tanda pengenal. Secara sembunyi-sembunyi, Masikah kemudian mendekati wanita-wanita dari kaum Anshar dan dia bisa mendapatkan keterangan jelas tentang Islam. Dari ayat-ayat al-Qur`an yang didengar dari wanita-wanita Anshar itu akhirnya hati Masikah mendapat cahaya terang.

Di antara ayat al-Qur`an yang pernah didengar Masikah, adalah firman Allah surat Thaha [20] 1-8:

“Thaha, Kami tidak menurunkan al-Qur`an ini kepadamu agar kamu menjadi susah, tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah), yaitu diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi. (Yaitu) Tuhan yang Maha Pemurah yang bersemanyam di atas arsy. Kepunyaan-Nya-lah semua yang ada di langit, semua yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah. Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui rahasia dan yang lebih tersembunyi. Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al-Asmaaul Husna (nama-nama yang baik)”.

Seiring perjalanan waktu, Masikah pun semakin mengenal Islam. Ia tahu Islam itu adalah kesaksian bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad itu adalah utusan Allah. Selain itu, Islam itu mendirikan solat, membayar zakat, menjalankan puasa bulan Ramadhan dan mengerjakan haji bagi siapa yang sanggup menunaikan perjalanan ke Baitullah. Tahu bahwa ia bergelumang dengan dosa maka Masikah bertanya tentang seseorang yang berbuat dosa. Ia mendapat jawaban, bahwa pintu-pintu harapan untuk bertobat kepada Allah itu senantiasa terbuka, sebagaimana bunyi firman Allah yang dia dengar,

“Katakanlah, ‘hai, hamba-hambaku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

(QS. Az-Zumar [39]: 53).

Maka Masikah merasa sudah waktunya untuk bertaubat, lari dari jerutan dosa. Akhirnya, malam tiba, Masikah keluar dari rumah Ibnu Salul, sambil mengendap-endap. Sementara itu, budak-budak wanita lain sedang hanyut dalam buaian kesenangan. Dalam kegelapan itu, Masikah bisa keluar rumah dengan selamat. Tapi setelah Masikah keluar ia bingung.“Ke mana saya harus pergi?” Untung, ia teringat dengan wanita tua yang pernah membuat dia sempat mendengarkan al-Qur`an, mengenal Islam dan mendapatkan hidayah Allah. Masikah lantas berjalan ke rumah wanita tua tersebut, yang tinggal seorang diri. Wanita itu menerima MAsikah dengan tangan terbuka. Esok paginya, perempuan itu mengantar Masikah pergi ke masjid bagi menemui Rasulullah SAW.  Bersamaan ketika itu Abu Bakar keluar masjid, Masikah yang dihantar wanita itu tiba di masjid.  Abu Bakar berhenti, melihat wanita yang menderita luka. Sementara itu, wanita tua yang mengantar Masikah kemudian bercerita bahawa semua itu tidak lain akibat perbuatan Ibnu Salul yang telah memaksa Masikah untuk melacur.

Abu Bakar terus masuk ke masjid untuk menemui Rasulullah, dan bercerita apa yang dialami Masikah. Rasulullah diam sesaat, sebelum kemudian turun wahyu dari Allah kepada Rasulullah yang berbunyi,

“Dan janganlah kamu paksa budak-budak wanitamu untuk melakukan pelacuran, sedang mereka sendiri mengingini kesucian, karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi. Dan barangsiapa yang memaksa mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (kepada mereka) sesudah mereka dipaksa itu”

(QS. An-Nuur [24]: 33).

Masikah tahu, ayat yang turun itu berkaitan dengan dirinya. Maka hati Masikah semakin teguh. Sementara berita tentang Masikah tersebar dan orang jadi tahu tentang maksud dan tindakan dari Abdullah bin Ubay bin Salul yang zalim itu.

Mencari Cinta Hakiki

Semalam wanhayati telah hadir ke ceramah yang disampaikan oleh Ustaz Mohamad Mizan Mohd Nor yang bertajuk Mencari Cinta Hakiki. Menarik sungguh ceramah yang disampaikan oleh ustaz…dengan kelakarnya, dengan nasihat yang penuh berhematnya, dengan bacaan ayat suci al-Quran (bacaan ustaz sungguh merdu sehingga menusuk kalbu lagi sedap dari nyanyian-nyanyian lagu kat radio/mp3, wanhayati ada rekod sikit kalau boleh download kat sini bagus juga ya) dan juga huraian-huraian ayat-ayat al-Quran yang membuatkan wanhayati tersentuh hati dan sedar akan kealpaan dan kebodohan diri (memang tak malu dah nak mengaku yang diri ini bodoh dan alpa sebab dah banyak benda yang kita rugi dalam hidup disebabkan kita lalai, leka dan tertipu).

Contoh perkara yang paling mudah yang membuatkan wanhayati rasa diri ini rugi dan bodoh ialah tentang doa. Ok…sambung balik situsasi masa kat dewan…

Ustaz cakap, “sebelum kita mulakan majlis ini marilah kita sama-sama membaca doa, tapi sebelum tu ustaz nak pesan apa yang Sheikh ustaz pesan. sheikh ustaz cakap bila kita berdoa kita kena bersungguh dan yakin ini kerana kalau kita boleh nampak doa-doa kita itu diangkat ke langit kita pasti akan sentiasa berdoa dengan penuh keikhlasan”. Untuk buka majlis kitakan biasanya baca alfatihah, jadi ustaz berpesan” ikhlaskan hati dan percaya ayat yang kita nak baca itu adalah ayat Allah, kalam Allah dimana bergegar langit, sewaktu ayat-ayat Allah diturunkan, tertunduk unta dan berpeluh baginda Rasulullah S.A.W ketika menerima ayat-ayat Allah dari malaikat Jibril.” itulahkan….wanhayati rasa bodoh sangat kerana setiap kali majlis dibuka kita semua baca fatihah tu sekadar ambil syarat je, tidak hormat langsung sewaktu membaca ayat Allah alFatihah. selepas itu ustaz pun membuka majlis dengan alunan ayat Allah alfatihah (hm… merdunya…rasa-rasa time tu juga nak gi depan cakap dengan ustaz, ustaz saya nak belajar baca quran macam ustaz, time tu juga rasa bodohnya aku waktu baca Quran tak pernah nak baca elok-elok).

Pesan ustaz yang kedua adalah dari hadis Nabi S.A.W yang bermaksud (lebih kurang ya maksudnya nanti tolong cek, kalau ada masa boleh betulkan pada komen), “sesiapa yang berusaha mencari satu jalan dari jalan-jalan Allah, Allah akan mudahkan baginya jalan ke syurga”. maksudnya kita semua kenalah sentiasa mencari ilmu-ilmu agama yang dapat mendekatkan diri kita pada Allah. ini kerana ilmulah yang menggerakkan hati  dan hati adalah raja dan ketua bagi anggota badan.

Pesan ustaz yang ketiga “manusia adalah khalifah Allah, makmurkan alam ini. semua makhluk akan diadili termasuklah haiwan. di padang mahsyar Allah akan hidupkan semula. bagi kes haiwan dengan manusia Allah akan adili hatta haiwan dengan haiwan pun Allah adili…cuma selepas diadili haiwan ini akan di jadikan semula kepada tanah (kuntum turaaba=kembalilah kamu kepada tanah). sehinggakan pada ketika itu manusia-manusia yang rugi pin meminta kepada Allah, jadikanlah kamu kepada tanah tapi tidak kerana tempat manusia samada di SYURGA atau NERAKA.

pesan ustaz yang keempat jangan berpura-pura dalam agama dan ibadah kerana Allah itu Maha Mengetahui, kelak walaupun kita mengaku yang kita beriman tapi Allah lebih mengetahuinya. dari hadis Nabi SAW yang berksud “Tidak beriman seseorang kamu sehingga kamu mengasih Allah dan RasulNya melebihi dari segalanya”.

Pesan Sheikh kepada ustaz “Carilah dua jenis ilmu iaitu yang pertama, ilmu yang dapat memajukan kamu di dunia dan yang kedua ilmu yang dapat menghidupkan roh kamu dalam mencintai Allah.

sentiasalah bermuhasabah diri kerana ianya amalan salafussoleh (orang-orang soleh).

sentisalah bersungguh dalam ketaatan kerana roh solat dan roh ilmu hanya diperolehi bagi mereka yang bersungguh.

Ustaz berkongsi maksud surah al-Baqarah ayat 1 – 5

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

1. Alif, Laam, Miim.

2. Kitab Al-Quran ini, tidak ada sebarang syak padanya (tentang datangnya dari Allah dan tentang sempurnanya); ia pula menjadi petunjuk bagi orang-orang yang (hendak) bertaqwa;

3. Iaitu orang-orang yang beriman kepada perkara-perkara yang ghaib, dan mendirikan (mengerjakan) sembahyang serta membelanjakan (mendermakan) sebahagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka.

4. Dan juga orang-orang yang beriman kepada Kitab “Al-Quran” yang diturunkan kepadamu (Wahai Muhammad), dan Kitab-kitab yang diturunkan dahulu daripadamu, serta mereka yakin akan (adanya) hari akhirat (dengan sepenuhnya).

5. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang berjaya.

 

cuba semak diri kita ada tak ciri-ciri orang yang bertaqwa yang Allah terangkan dalam surah ak-Baqa

 

pesan ustaz lagi; Allah itu baik, Allah akan sentiasa mengampuni hamba-hambaNya ustaz menerangkan dari ayat Allah yang menunjukkan Allah itu baik (wanhayati tidak tahu surah mana kerana ustaz tak bagi tahu…dan maksud disini tidaklah setepat maksud sebenar) iaitu “nun di sana ada hamba;hambaKu yang berdosa, menzalimi dirinya sendiri. tiba-tiba sampai suatu masa dia ingat Allah dan ingin betaubat”. Bagi mereka yang ingin bertaubat Allah berkata ” siapakah yang akan mengampuni kamu melainkan Aku”.

Banyak lagi yang ustaz share…tapi rasanya itu sahaja yang wanhayati mampu share sekarang.  kalau ada salah silap di sini minta maaf dan untuk ayat-ayat Allah dan hadis Nabi kalau sesiapa tahu sumbernya silalah kongsi kat komen ya. terima kasih.

Kurma / tamar / phoenix dactyloferal

This slideshow requires JavaScript.


Read the rest of this entry

PERSOALAN DI MINDA

Aku tertanya-tanya apa yang patut aku tanya dan mencari-cari apa yang patut aku cari. Dari blog http://ms.langitilahi.com/bahan/ aku terjumpa sebahagian dari persoalan diri yang sudah aku tahu jawapannya tetapi mungkin hatiku yang berkarat ini hanya memandang ringan pada jawapan yang telah jelas datang dari Tuan kepada diri ini, bahan yang bertajuk:

MENGAPA MANUSIA DICIPTAKAN DAN APAKAH TANGGUNGJAWABNYA ?

Persoalan Pertama: Dari manakah kita datang ?/ where are we come from? Jawapannya akan kita dapati dari Firman Allah s.w.t / then we get the answer from surah Al Hajj ayat 5

 يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمۡ فِى رَيۡبٍ۬ مِّنَ ٱلۡبَعۡثِ فَإِنَّاخَلَقۡنَـٰكُم مِّن تُرَابٍ۬ ثُمَّ مِن نُّطۡفَةٍ۬ ثُمَّ مِنۡ عَلَقَةٍ۬ ثُمَّ مِن مُّضۡغَةٍ۬ مُّخَلَّقَةٍ۬ وَغَيۡرِ مُخَلَّقَةٍ۬ لِّنُبَيِّنَ لَكُمۡ‌ۚ وَنُقِرُّ فِى ٱلۡأَرۡحَامِ مَا نَشَآءُ إِلَىٰٓ أَجَلٍ۬ مُّسَمًّ۬ى ثُمَّ نُخۡرِجُكُمۡ طِفۡلاً۬ ثُمَّ لِتَبۡلُغُوٓاْ أَشُدَّڪُمۡ‌ۖ وَمِنڪُم مَّن يُتَوَفَّىٰ وَمِنڪُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ لِڪَيۡلَا يَعۡلَمَ مِنۢ بَعۡدِ عِلۡمٍ۬ شَيۡـًٔ۬ا‌ۚ وَتَرَى ٱلۡأَرۡضَ هَامِدَةً۬ فَإِذَآ أَنزَلۡنَا عَلَيۡهَا ٱلۡمَآءَ ٱهۡتَزَّتۡ وَرَبَتۡ وَأَنۢبَتَتۡ مِن ڪُلِّ زَوۡجِۭ بَهِيجٍ۬ (٥)

Terjemahannya: “ Wahai sekelian manusia, jika kamu masih ragu-ragu terhadap hari Qiamat, sesungguhnya Kami (Allah s.w.t) telah jadikan kamu dari tanah, kemudian daripada air mani, dari air mani menjadi darah sampai ia menjadi sepotong daging yang telah sempurna kejadiannya dan yang belum sempurna, supaya Kami beri keterangan kepada kamu dan Kami tetapkan di dalam kandungan (rahim) ibu mengikut kehendak Kami, sampailah waktu tertentu maka Kami keluarkan kamu dari kandungan ibumu menjadi kanak-kanak sampai kamu menjadi orang dewasa. Di antara kamu ada yang dimatikan dan ada yang dipanjangkan hidupnya sampai terlalu tua hingga tidak mengetahui apa-apa sedangkan sebelumnya kamu mengetahui “ (Surah Al Hajj ayat 5)

Translation; O mankind! if ye are in doubt concerning the Resurrection, then lo! We have created you from dust, then from a drop of seed, then from a clot, then from a little lump of flesh shapely and shapeless, that We may make (it) clear for you. And We cause what We will to remain in the wombs for an appointed time, and afterward We bring you forth as infants, then (give you growth) that ye attain your full strength. And among you there is he who dieth (young), and among you there is he who is brought back to the most abject time of life, so that, after knowledge, he knoweth naught. And thou (Muhammad) seest the earth barren, but when We send down water thereon, it doth thrill and swell and put forth every lovely kind (of growth). (5)

Persoalan Kedua : Mengapakah kita didatangkan atau mengapa kita dijadikan oleh Allah s.w.t ?./why Allah created us? Jawapan kepada persoalan ini terdapat di dalam firman Allah s.w.t :-/then we get the answer from surah Adz Dzariyaat ayat 56

 وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ 

Terjemahannya: “ Tidak Aku (Allah) jadikan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah (mengabdikan) diri kepada Ku “ (Surah Adz Dzariyaat ayat 56)

I created the jinn and humankind only that they might worship Me. (Surah Adz Dzariyaat ayat 56)

Menurut al Qaradhawi lagi, bahawa ibadah itu merangkumi dua tugas besar yang menjadi teras bagi semua perkara yang tersebut sebelum ini. Tugas tersebut adalah: 1. Menyeru kepada kemakrufan dan mencegah daripada kemungkaran 2. Berjihad ke jalan Allah s.w.t.

Persoalan Ketiga : Kemanakah kesudahan kita ? Persoalan ini tidak memerlukan kepada huraian yang panjang kerana setiap orang menyedari asal usulnya serta mengetahui akan tugas dan kewajipannya. Maka InsyaAllah ia akan menyedari pula kemanakah kesudahannya. Walaupun demikian, jawapannya tetap telah dinyatakan oleh Allah s.w.t dalam firmanNya:-

وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَہَىٰ (٤٢) وَأَنَّهُ ۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ (٤٣) وَأَنَّهُ ۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا (٤٤)

Terjemahannya: “ Sesungguhnya kepada Tuhan (Allah) kesudahan kamu (tempat kembali). Dialah yang membuatkan kamu tertawa dan Dia juga yang membuatkan kamu menangis. Dialah yang mematikan kamu dan menghidupkan kamu kembali “ (Surah An Najm ayat 42 – 44 ) And that thy Lord, He is the goal; (42) And that He it is who maketh laugh, and maketh weep, (43) And that He it is Who giveth death and giveth life; (44) (Surah An Najm ayat 42 – 44 ) 

Miracles of Quran

Here is a short article on the miracles of Quran. Please read
and be sure to forward it to all your family and friends. Remember,
everyone can get a free downloadable copy of Quran for free at
http://www.HilalPlaza.com. 

Numerous books and literature have been published that
point to the various scientific miracles of Quran. This
article highlights some of those amazing facts.

=> Both the words Al-Hayat (Life) and Al-Maout (death)
are mentioned 145 times each in the Quran

=> Both the words Al-Rajl (Man) and Al-Mara’a (Woman)
are mentioned 24 times each in the Quran

=> The word Al-Yom (Day in English) is mentioned 365 times

=> The word Al-Shahr (Month in English) is mentioned 12 times

=> The word Al-Yahom (Day in English) is mentioned 365 times

=> Both the word Iblees (Devil) and the verses seeking
refuge from the devil are mentioned 11 times each

=> Both the words referring to “hardship” and the one referring
to “patience” are mentioned 114 times each in the Quran.

=> A person came to the prophet Muhammad (saws) and asked him whether
Allah (God) will indeed put humans back together in the hereafter
after they die in this life. Allah replied in the Quran “Does a man
think that We shall not assemble his bones? Yes, We are able to put
together in perfect order the tips of his fingers.” (Quran, 75:
3,4). Now we know that fingerprints are unique for each individual
and the verse in the Quran refers not only that Allah will put them
together but the process will be accurate to the level of putting
the fingerprints together.

=> Einstein was among the first who explored at length the concept of
relativity of time. The Quran states: “…A day with your Lord is
equivalent to a thousand years in the way you count. (The Qur’an,
22:47)”. Also “The angels and the Spirit ascend to Him in a day
whose length is fifty thousand years.” (The Qur’an, 70:4)”

=> The process of formation of rain through winds over water is a
phenomenon only scientifically discovered. However Quran mentioned
it hundreds of years ago in the verse: “It is God Who sends the
winds which stir up clouds which He spreads about the sky however
He wills. He forms them into dark clumps and you see the rain come
pouring out from the middle of them. When He makes it fall on those
of His slaves He wills, they rejoice (The Qur’an, 30:48)”

*** Download Quran for Free at http://www.HilalPlaza.com ***

Best Regards,

HilalPlaza.com
Free Islamic E-Books
=====> Download Quran for Free at http://www.HilalPlaza.com +++

RAHSIA SURAH YASSIN AYAT KE 58

Barangsiapa yang membaca YAASIN sepenuhnya

dan pada ayat ke 58 surah tersebut

“SALAAMUN QAULAN MIN RABBIN RAHIM” diulang sebanyak 7 kali

untuk 7 niat baikmu,

Insya Allah dengan izin Yang Maha Esa dan Maha Kuasa,

semua hajatmu akan dikabulkan.

Jika boleh niatkan sebegini:

1) YA-ALLAH YA-RAHIM,

    ampunkan dosa-dosaku dan saudara-maraku
2) YA-ALLAH YA-RAHMAN,

    kurniakan aku isteri,suami,anak-anak yang soleh

    dan mencintai Islam
3) YA-ALLAH YA-RAZZAK,

    kurniakan aku rezeki yang berkat,

    kerja yang baik dan berjaya didunia dan akhirat.
4) YA-ALLAH YA-JABBAR,

    makbulkan hajat penghantar maklumat yang aku dapat ini
5) YA-ALLAH YA-MUTAQABBIR,

     jauhkan aku dari sifat khianat dan munafiq dan miskin
6) YA-ALLAH YA-WADUUD,

    kurniakan aku dan seluruh umat Muhammad yang beriman

    kesihatan zahir batin
7) YA-ALLAH YA-ZALJALA LIWAL IKRAM,

    makbulkanlah semua hajatku, dan redhaikanlah aku…..

Ayat2 Al Quran yang boleh diamalkan

Untuk elak suami/isteri dan anak2 bergaduh :
Surah Al Baqarah – Ayat 102

Anak2 pandai belajar :
Surah Al Anbiyaa’- Ayat 79

Anak2 lembut hati/ elak panas baran :
Surah Al Anbiyaa – Ayat 69,
Surah Al Hasyr – Ayat 22-24

Anak2 malas sekolah :
Surah Toha ayat 1-5

Supaya Suami tak kawin lain :
Surah Toha – Ayat 39 – mula dari tanda Jim kecil

Ayat pendinding :
Ayat akhir surah At TaubahBg anak2 yg suka keluar malam :
Surah Ar Ruum Ayat 31. Baca 33x

Untuk jadi pendinding rumah :
Surah Al BAqarah dibaca & tiup pd air , dan spray keliling rumah

1 minit untuk mengingat Allah

* Langkah 1:
* Sebutlah dengan sepenuh hati dan lidah yang fasih:
*
SUBHANA’LLAH
* ALHAMDULI’LLAH
* LAA I LAAHA ILLA’LLAH
* ALLAHU AKBAR
* ASTAGHFIRU’LLAH
* LAA ILAAHA ILLA’LLAH, MUHAMMADUR RASULU’LLAH
* ALLAHUMMA SALLI WA SALLIM WABARIK ‘ ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA AALIHI * * WA SAHBIHI AJMA’EEN

* Langkah 2:
* Hayatilah sedalamnya akan makna ayat demi ayat, perkataaan demi
perkataan

* Langkah 3:
* Forward email ini kepada sekurang-kurangnya 7 orang yang anda kasihi.

* Hasil 1:
* Dalam tempo satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk
* mengingat, berdoa dan bermunajat kepada ALLAH SWT.
*
Hasil 2:
* Dalam tempoh satu jam anda telah berjasa mengajak mereka untuk
* mengingat, berdoa kepada Nabi Muhammad SAW.
*
Hasil 3:
* Dalam masa satu jam sekurang-kurangnya 7 orang telah mendoakan
* kesejahteraan untuk kamu dan di-AMIN-kan oleh para Malaikat.

RAHSIA SURAH-KAUTSAR

BISMILLAHIRROHMANIRRAHIIIM…

     “Innaa ak’thoina’kalkautsar, fashallilirabbikawanhar,innashania’ka huwal abtar”.
                                                                                                        Surah Al-Kautsar
Surah ini paling pendek, hanya mengandungi 3 ayat & diturunkan di Makkah dan bermaksud sungai di syurga. Kolam sungai ini diperbuat daripada batu permata nan indah dan cantik. Rasanya lebih manis daripada madu, warnanya pula lebih putih daripada susu dan lebih wangi daripada kasturi.

Surah ini disifatkan sebagai surah penghibur hati Nabi Muhammad s.a.w. kerana diturunkan ketika baginda bersedih atas kematian 2 orang yang dikasihi iaitu anak lelakinya Ibrahim dan bapa saudaranya Abu Talib.

Pelbagai khasiat terkandung di dalam surah ini dan boleh kita amalkan:-

             1) Baca surah ini ketika hujan dan berdoa, mudah-mudahan Allah s.w.t.
             makbulkan doa kita.

             2) Jika kita kehausan dan tiada air, bacalah surah ini dan gosok di
             leher, Insya’allah hilang dahaga.

             3) Jika sering sakit mata, seperti berair, gatal, bengkak, sapukan air
             mawar yang sudah dibacakan surah ini sebanyak 10x pada mata.

             4) Jika rumah dipercayai terkena sihir, baca surah ini 10x,
             mudah-mudahan Allah s.w.t. bagi ilham pada kita dimana letaknya sihir
             itu.

             5) Jika membacanya 1,000x rezeki kita akan bertambah.

             6) Jika rajin membacanya, hati kita akan menjadi lembut dan khusyuk
             ketika menunaikan solat.

             7) Jika orang teraniaya dan terpenjara membacanya sebanyak 71x, Allah
             s.w.t. akan memberikan bantuan kepadanya kerana dia tidak bersalah
             tetapi dizalimi.

BACALAH YAASIN

RASULULLAH s.a.w telah bersabda yang bermaksud:
“Bacalah surah Yassin kerana ia mengandungi keberkatan”, iaitu:
1. Apabila orang lapar membaca surah Yaasin, ia boleh menjadi kenyang.
2. Jika orang tiada pakaian boleh mendapat pakaian.
3. Jika orang belum berkahwin akan mendapat jodoh.
4. Jika dalam ketakutan boleh hilang perasaan takut.
5. Jika terpenjara akan dibebaskan.
6. Jika musafir membacanya, akan mendapat kesenangan apa yang dilihatnya.
7. Jika tersesat boleh sampai ke tempat yang ditujuinya.
8. Jika dibacakan kepada orang yang telah meninggal dunia, Allah meringankan siksanya.
9. Jika orang yang dahaga membacanya, hilang rasa hausnya.

10. Jika dibacakan kepada orang yang sakit, terhindar daripada penyakitnya.
11. Rasulullah s.a.w bersabda: “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati dan hati al-Quran itu ialah Yassin.
Sesiapa membaca surah Yassin,nescaya Allah menuliskan pahalanya seperti pahala membaca al-Quran sebanyak 10 kali.
12. Sabda Rasulullah s.a.w lagi, “Apabila datang ajal orang yang suka membaca surah Yassin pada setiap hari, turunlah beberapa malaikat berbaris bersama Malaikat Maut. Mereka berdoa dan meminta dosanya diampunkan Allah, menyaksikan ketika mayatnya dimandikan dan turut menyembahyangkan jenazahnya”.
13. Malaikat Maut tidak mahu memaksa mencabut nyawa orang yang suka membaca Yaasin sehingga datang Malaikat Redwan dari syurga membawa minuman untuknya. Ketika dia meminumnya alangkah nikmat perasaannya dan dimasukkan
ke dalam kubur dengan rasa bahagia dan tidak merasa sakit ketika nyawanya diambil.
14. Rasulullah s.a.w bersabda selanjutnya: “Sesiapa bersembahyang sunat dua rakaat pada malam Jumaat, dibaca pada rakaat pertama surah Yaasin dan rakaat kedua Tabaroka, Allah jadikan setiap huruf cahaya di hadapannya
pada hari kemudian dan dia akan menerima suratan amalannya di tangan kanan dan diberi kesempatan membela 70 orang daripada ahli rumahnya tetapi sesiapa yang meragui keterangan ini, dia adalah orang-orang yang munafik.